Bolehkah Ahli Bekam menerima upah

Dalam Shahih Bukhari Muslim diriwayatkan dari Humaid ath Thowil, dari Anas diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah dihijamah oleh Abu Toybah, maka Rasulullah SAW memerintahkan agar ia diberi upah 2 sho’ bahan makanan, lalu Rasulullah SAW memerintahkan sahabat-sahabatnya agar memuliakan keluaga Ahli Hijamah dan membebaskan zakatnya.
Dibolehkan membayar upah kepada Ahli Hijamah dan tenaga medis lainnya tanpa kesepakatan terlebih dahulu. Boleh diberikan upah selayaknya sesuai dengan kapasitasnya atau dengan harga yang disepakati. Dan hukumnya tidak haram sebab Nabi SAW member upah kepada orang yang menghijamahnya dan tidak melarang ahli hijamah mengambil upahnya.
Pada zaman dulu memang masih layak jika ahli hijamah tidak menantukan bayarannya, sebab peralatan hijamah masa itu sangat sederhana dan mudah didapati tanpa harus membelinya. Adapun dimasa sekarang alat hijamah sudah dimodifikasi dengan baik, sudah tentu harus dibeli oleh ahli Hjamah dengan harga yang cukup mahal, maka sudah selayaknya ahli hijamah menentukan biaya penggantian dan perawatan alat hijamahnya. Mungkin yang belum ditentukan adalah bayaran tenaganya menghijamah, maka dalam hal ini lebih dituntut pada kesadaran pasien agar membayarnya dengan harga yang diterima ahli hijamah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s